Rabu, 11 Februari 2009

Kisah Sedih di Hari Jadi

Tanggal 7 kemaren sister ku di MiRIS, Ebik Dei ultah. Kita mang ngrayain bareng-bareng, dan tentunya aku yakin dia bahagia banget bisa ultah bareng kita-kita, secara kita udah bersahabat lama. Dibalik kebahagiaan itu, ada satu peristiwa di mana dia secara tiba-tiba planning ngrayain ultah bareng sang pangeran gagal. Dan aku tahu banget rasanya gimana… Sedih, sebel, cuampur-cuampur bikin teller. Upss lebay yup aku… Aku yakin tau banget rasanya. Tiap orang tentu pengen banget ngrayain ultah ma orang-orang tersayang, apalagi ma pacar. Dan aku dulu juga penganut paham itu. Hohohoho… Tapi, sepertinya sekarang aku bukan lagi penganut paham itu. Pandanganku telah berubah. Kejadian di ultah ebik kemaren, mengingatkanku pada sesuatu. Aku tak kan lagi mengharap bisa ultah bareng pacar. Kalaupun suatu hari nanti aku punya pacar di saat ultahku, aku tak kan ngoyo harus ngrayain ultah bareng dia. Aku belajar dari pengalaman. Selama umurku 18 tahun, belum pernah ngrayain ultah bareng pacar dikarenakan pacaranku nggak bertahan sampai tanggal ultahku. Upss, pernah aku punya pacar saat ultahku, tapi dia berada nan jauh dari sini, jadi sama aja nggak bias ultah bareng. Suatu harapan muncul lagi, ketika umurku akan menginjak 19 tahun, aku mang punya pacar yang deket ma aku. Waktu tuh mang aku masih ngarep banget, sekali aja ngrayain ultah bareng pacar dan tentu kalau kamu jadi aku mungkin juga akan merasakan hal yang sama.
Harapan mang hanyalah suatu harapan. Ternyata pas aku ultah yang ke 19 tahun bukan suatu kebahagiaan yang dia torehkan, melainkan suatu kenangan pahit. Nggak bias ngrayain bareng mungkin masih bisa ku maklumi, tapi parahnya dia nggak ingat sama sekali ultahku. Ucapan darinya aja nggak ada. Hiks..hiks.. Kalau inget yah sedih juga. Tapi yah buat apa juga harus dipikirin lagi? Jadi, aku nggak akan ngarep banyak jika nanti aku masih diberi kesempatan bertambah umur… Aku hanya berharap masih bisa melewatkan sisa hidupku untuk sesuatu yang benar-benar bermanfaat.

Ready to Go!

It’s my new life. It’s a new semester. And I’m ready to go. Go ahead whatever the past…

Inilah saat yang tepat untuk memulai langkah baru. Setelah banyak kejadian yang terjadi kemarin, melangkah jadi lebih baik tentu suatu keharusan. Upps, tapi juga harus siap-siap kalau ternyata ada yang melenceng dari jalur. It does not mean that I am not optimism. But, sekeras apapun kita berjuang pasti ada dua opsi “berhasil” atau “tidak berhasil”, it’s a common.

Friends, please support me! I don’t mean anything without you…

Let us go!!! We can do it!!

Minggu, 09 November 2008

WHO ARE YOU n WHO AM I?

Kata-kata itu selalu terngiang dalam pikiranku. Hhhhmmm… gak tiap saat sih, tapi saat-saat ku ingat dirinya dan diriku di dalam hubungan percintaan ini…

Kata orang kalau sayang, pasti rela nglakuin apa aja?? Kayaknya gak berlaku di kami.

Kata orang kita harus terima apa adanya?? Kayaknya gak juga berlaku di kami.

Kata orang kalau sayang, saling menjaga?? Kayaknya gak juga berlaku di kami.

Kata orang kita harus saling dukung?? Kayaknya gak juga berlaku di kami.

MENURUTKU,,, SAYANG BERARTI MEMPOSISIKAN DIRI KITA DI TEMPAT YANG SEHARUSNYA.

Kalau dia marah, diriku harus menenangkannya.

Kalau dia salah, diriku harus siap memaafkannya.

Kalau dia sedih, diriku harus membahagiakannya.

Kalau dia down, diriku harus meng-up-kannya.

Kalau dia bermasalah, diriku harus membantunya.

TAPI,,, APA DIA NGIJININ AKU BERADA DI POSISI ITU?

Ketika dia marah, susah aku tenangin, tanpa niat dari hatinya sendiri.

Ketika dia salah, dia merasa tak bersalah, dan gimana aku bisa maafin?

Kalau dia sedih, menurutnya aku tak pernah ada di sampingnya untuk menghiburnya. Bukannya aku tak mau menghibur, tapi tak pernah ku tahu kapan dia sedih? Dia tak pernah cerita apa-apa?

Kalau dia down, semangat yang kuberi sepertinya hanya angin lalu. Menyejukkan hanya sesaat, tapi tak berarti lagi di kemudian.

Kalau dia bermasalah, dia marah-marah. Aku tahu dia punya masalah, tapi aku tanya dia tak pernah bercerita. Katanya solusi dari aku tak pernah tepat. Tapi, sejauh ini yang ku tahu, dia tak pernah bercerita apapun, kalaupun bercerita, itu tak pernah selengkap ceritanya ke NXXX. Jadi, gimana aku bisa member solusi yang tepat?

APA DIA JUGA UDAH DIPOSISI ITU?

Sepertinya tidak… Padahal seharusnya dia sebagai lelaki harus lebih bisa diposisi itu tanpa harus dituntut. Dia pun tak suka dituntut.

LALU WHO ARE YOU N WHO AM I??

Aku hanya ingin dihargai sebagaimana dia menganggapku sebagai pacar, bahkan lebih dari itu.

Kamis, 06 November 2008

SEGERA SELESAIKAN PEMBANGUNAN!

Bener-bener deh tiap ada kelebihan pasti da kelemahan. Kayak kuliah di ekonomi. Emang mungkin kita kelebihan uang (re : uang fakultas ), ampe-ampe kita selalu membangun ini itu. Hhhmmm, tapi pembangunan di FE tuh tergolong setengah-setengah.

Contoh : Proyek pertama gedung lima lantai. Baru jalan pasang fondasi, ada proyek baru yaitu pembangunan gedung UKM. Finishing belum selesai, ganti renov aula. Sekarang, lagi mbangun parkiran.

Huh… Gila, FE jadi kotor dan panas. Pohon ditebang-tebang, moga ja ntar dibangun taman-taman sebagai salah satu upaya penghijauan. Kalau di dalam ruang kelas sih mang adem, secara ada AC. Tapi, keluar kelas kayak dipanggang. Ditambah lagi kalo angin, debu-debu proyek ikut-ikutan mabur kesana-kemari.

Sampai saat ini, proyek utama gedung lima lantai belum dilanjutkan. Ini membuat proses belajar mengajar kalang kabut. Hohoho. Lebay yo?

Sekarang cari ruang kelas kosong ja susah banget. Padahal semester-semester kemaren gampang banget nyari ruang kelas. Ini disebabkan karena sekarang gak ada kuliah Non-Reg (Kuliah Malem). Akibatnya, semua kuliah malem dipindah ke pagi ampe sore. Maklum ja sekarang dosen-dosen gak bisa pindah jam seenaknya. Dan dampak terbesar pada asisten-asisten dosen.

Di FE, asisten dosen harus memberi materi tambahan di luar jam kuliah. Kalau semester-semester kemaren asisten bisa milih jam dan ruang dengan mudah. Sekarang tidak demikian. Semua asisten dosen dialihkan ke hari Sabtu karena ketidaktersediaan ruang. Nah, ini ni kejamnya FE. Hari Sabtu tuh harusnya libur!!! Hampir di semua fakultas di UNS libur. Karena FE selalu terdepan, maka masuklah kita di hari Sabtu.

Terima kasih FE, semoga perjuangan ini membuahkan hasil dan segeralah selesaikan pembangunan agar FE semakin terdepan.

Minggu, 05 Oktober 2008

RUTINITAS YANG MEMBUATKU GILA

Huh… Ketemu lagi deh. Lama gak nge-blog lagi. Kemaren aku ditegur ma aneg, ebik, punk gara-gara aku dah lama gak nge-blog. Hehehe… Apa yah alasan yang tepat? Sibuk? Hhhmm keren kan jawabku. Hahaha…

Jadwal keseharianku :

Senin :

07.00 – 09.30 Kuliah Manajemen Pemasaran

10-00 – 13.00 Nyicil tugas

13.00 – 15.00 Rapat PR

15.45 – 18.00 Kuliah Statistika Ekonomi Lanjutan

Selasa :

07.00 – 09.30 Kuliah Komunikasi Bisnis

09.45 – 12.15 Kuliah Manajemen Keuangan

12.45 – 15.15 Kuliah Perpajakan 2

15.30 – 18.00 Kuliah Akuntansi Manajemen

Rabu :

IT’S TIME FOR HOLIDAY… (Kalo gak da tugas banyak yah, tidur or ke warnet. Kalo da tugas yah saatnya berkutat dengan buku)

Kamis :

07.00 – 09.30 Kuliah Sistem Informasi Akuntansi

10.00 – 12.00 Kelompok Akuntansi Manajemen

12.15 – selesai Yah, kalo dia nganggur yah mbojo

Jumat :

07.00 – 09.30 Kuliah Akuntansi Keuangan Menengah I

10.00 – 12.00 Accounting Clinic

13.00 – selesai Kelompok Perpajakan 2

Sabtu :

HARI ASISTENSI!!!! (baca blog lain : SEGERA SELESAIKAN PEMBANGUNAN!

Yah itulah jadwalku selama 1 semester ini. Doakan saya sukses di semester ini.. hiks..hiks.. maaf untuk orang-orang yang membutuhkan aku, karena padatnya jadwal ini saya tidak bisa memberikan perhatian tambahan kepada kalian. Sebagai orang-orang yang menyanyangi dan menyintai saya diharapkan untuk bisa memahami keterbatasan ini.

Biasanya nyampe rumah aku yah bisanya Cuma beristirahat menyusun energy untuk hari esok. Itupun kalo dosen masih bersahabat. Kalo dosen gak bersahabat yah terpaksa berbakti pada dosen dengan mengerjakan tugas mereka.

Ne, gimana bisa maen hape buat nge-post?? Tau ndiri ku orang na gak setengah-setengah. Kalo lagi nge-post yah jadi keblandangen. Hehehe…